Posted by : webmaster
Friday, November 14, 2014
Setelah
berbagai macam cerita yang di dengar oleh haruto dari orang orang yang
ia selamatkan, Haruto melihat ke 2 telapak tanganya, entah sudah berapa
banyak yang Haruto bunuh, dalam misi pembebasan ini, Hellen melihat
Haruto dari belakang, Hellen merasa Haruto berubah dengan cepat, Aura
kegelapan yang menyelimuti dirinya semakin gelap. Mereka pun memutuskan
untuk istirahat di pinggiran anak sungai, mereka pun mendirikan
perkemahan, dan membuat api unggun, sebagian mencari makanan dengan
tehnik berburu mereka dan berjaga bergantian, Ke esokan paginya Haruto
merubah cara berpakaianya, dengan Sepasang Sepatu dari baju jirah hingga
lutut, baju dan celana berwarna hitam, tangan kanan hingga ke punggung
di lindungi oleh baju besi, begitu juga dadanya, Jubahnya berwarna
hitam, Haruto benarbenar telah berubah, tatapanya menjadi dingin dan ia
jadi pendiam.
"Haruto ada apa dengan mu ?" tanya Hellen khawatir
"entah lah" Haruto berlalu dari hadapan Hellen
Mereka
pun melanjutkan perjalanan, memang jika orang baru bertemu akan melihat
penampilan Haruto sekarang sangat gagah, berbeda dari yang dulu, dan
selama ini dark magia yang pernah di temui oleh Hellen, setiap desa yang
mereka lewati orang orang mencoba meminta tolong, Hiroto menatap mereka
semua dengan tatapan tajam, Hellen pun masih menahan diri ada yang
salah terhadap Hiroto, mereka pun melewati padang rumput, yang luas,
Hellen pun menghampiri Hiroto.
"Hiroto ayo duel, aku akan serius" Hellen menantang Hiroto
"baik lah" jawab Hiroto
Hellen
pun bergegas menjauh dari rombongan dan Hellen duluan ke daerah padang
rumput tersebut, rombongan yang lain hanya melihat dari ke jauhan,
mereka bertanya tanya ada apa ini, Hiroto berjalan dengan santai, lalu
mencabut Rapier miliknya.
"aku tidak akan segan segan" Hellen mengeluarkan hawa membunuhnya
"begitu juga dengan ku" Hiroto dengan nada hampa
Hellen
pun langsung mendekati Hiroto, memberikan serangan berupa cakar naga,
Hiroto hanya menghindar dan terus menghindar, dengan cepat Hellen salto
ke belakang dan merapal mantra sihir, Haruto terkejut, tidak ada proses
pemanggilan sihir atau penggunaan sihir, pentagram atau lingkaran sihir
terbentuk begitu saja. sepasang cakar di gunakan oleh Hellen semakin
memerah seperti besi yang di bakar dalam bara api, Haruto pun
menggunakan sihir bertahan, dengan membuat berbagai dinding pelindung.
Hellen terus menghantamkan senjatanya ke perlindung Hiroto.
"ada apa dengan mu Dark Magia sialan!!" Hellen kesal dan terus menghantam pelindung Hiroto
".........." Hiroto diam saja
"ada apa dengan mu hah!!, lawan aku!!" teriak Hellen
Tiba tiba dari mulut Haruto keluar darah, Hellen pun menghentikan seranganya
"kau... apa melihat ya!?" Hellen dengan nada serius
"ya aku melihatnya" balas Hiroto
"ternyata kau sangat bodoh, kenapa kau tidak cerita hah!!" Hellen Kesal
"karena aku gak mau buat repot kamu" Balas Hiroto tersenyum
"kau yang memanggil ku, dan berarti aku akan siap membantu mu, karena aku Arknologia" Hellen Dengan nada kesal bercampur sedih
"yu lanjutkan perjalanan" Ujar Hiroto
Mereka
pun melanjutkan perjalanan, setelah 2 minggu kemudian mereka tiba di
Arcadia, Tentara yang berjaga di gerbang pun memberitahukan kepada Raja,
Mendengar Hiroto dan Hellen serta rombonganya Haruka pun berlari menuju
gerbang Arcadia, saat melihat Hiroto, Haruka pun langsung memeluk
Hiroto.
"kenapa... kenapa lama sekali.." Haruka memeluk dengan erat tubuh Haruto
"soalnya kami harus mengubah rute perjalanan kami mencari yang aman" Hiroto dengan nada pelan
Emi pun datang dengan beberapa perawat
"tolong rawat mereka yang terluka" perintah Emi
"Hiroto teman ku, aku senang kau tidak apa apa" ujar raja Arcadia sambil berjabat tangan dengan Hiroto
Hiroto
pun meminta untuk istirahat, dan ke esokan paginya ia bertemu dengan
raja Arcadia dan melaporkan semuanya, kemudian Raja memerintahkan untuk
mengumpulkan Dwaf, Elf, Dark Elf dan Kamael dan memberitahukan kepada
mereka semua, seperti biasa, raja Arcadia benar benar di Hormati, dan 5
bangsa tersebut memberikan ke hormatan tertinggi mereka. Hiroto sekarang
sudah benar benar menjadi seorang Dark Magia. beberapa minggu kemudian
utusan dari kerajaan Alexandria datang menghadap raja, dimana Raja
Arcadia menerima utusan tersebut, Raja Arcadia duduk di singasananya, di
mana kiri dan kananya berdiri, Haruto, Haruka, Hellen, Emi dan
Perwakilan dari 5 bangsa.
Utusan
Alexandria sebanyak 5 orang tersebut memberikan sebuah surat, dimana
surat tersebut adalah perjanjian perdamaian asalkan raja Arcadia
menyerahkan tahtanya kepada King Alexandros VI, untuk menghindari
perperangan, tentu saja semua perwakilan para bangsa menjadi geram
melihat para jendralnya, raja pun meminta para rakyat untuk menghadari
di depan istana, begitu juga 5 utusan dari kerajaan Alexandria.
"rakyat
ku, saat ini aku bingung untuk memutuskan, karena kerajaan Arcadia
adalah milik kita semua, ini lah tanah yang bisa aq berikan kepada
kalian, membangun bersama dan menjaga Arcadia dengan ini raja Alexandria
meminta tahta ku sebagai Raja, jadi sampaikan pesan kalian dari
perwakilan kalian yang sekarnag berdiri di samping ku sebagai Jendral
tertinggi Arcadia" Raja Arcadia berdiri dengan tegaknya
setelah 15 menit kemudian mereka pun mengumpulkan suara, dan hasilnya, mereka memilih mempertahankan Arcadia apapun taruhanya.
"kalian
para utusan Alexandria sampaikan kepada raja kalian, bahwa kami
menolak, dan kami negara yang berdaulat, pergilah" Ujar raja Arcadia
"baik yang mulia paduka raja Arcadia" utusan pun meninggalkan Arcadia
