Posted by : webmaster
Friday, November 14, 2014
Kerajaan
Lucis yang terkenal akan hasil lautnya, kerajaan ini dimana sebagian
besar negaranya adalah negara kepulauan, mereka juga memiliki panorama
kepulauan yang indah, di samping itu kerajaan Lucis di pimpin oleh King
Of Lucis VI, dimana ia memiliki putri satu satunya bernama Amami Emi,
seorang putri yang sangat di sayangi oleh seluruh rakyat Lucis, Putri
Amami Emi suka keluar diam diam dari istana untuk menemui rakyatnya dan
bermain dengan anak anak dari kalangan bawah.
Kerajaan
Lucis juga mengalami tekanan dari kerajaan Alexandria akibat invasi
militer ke negara Limbum, perekonomian menjadi tidak pasti, Lucis juga
memperkuat pertahanan milier mereka karena negara Alexandria terus saja
memperluas kekuasaan mereka, karena King Of Lucis VI sudah sangat tua
Amami Emi harus mengambil alih system pemerintahan negara Lucis. Emi
yang tidak menyukai perperangan dan sangat membencinya, mau tidak mau
untuk melindungi kerajaanya ia pun harus mau tidak mau, sewaktu waktu
akan ikut berperang.
Amamia
Emi mendapat kabar bahwa ia akan di jadikan Ratu negara Lucis untuk
mengambil alih wewenang dari raja King of Lucis VI, karena tidak ada
satupun anak dari raja seorang laki laki dan kerabat raja mau tidak mau
Emi harus menerima itu semua, menjelang waktu penobatan ledakan terjadi,
kapal perang armada Alexandria berada di gerbang utara negara Lucis.
Emi yang berada di balkon kamarnya tertegun dan gemetar melihat armada
perang Alexandria, tentara pun ribut lalu lalang, mereka bersiap, tapi
percuma karena ini adalah serangan kejut yang sudah di rancang
sedemikian rupa, tentara darat Alexandria pun masuk kota Lucis menyerang
tentara dan penduduk.
dan
pemimpin penyerangan negara Lucis adalah Elin, Elin berdiri tegak di
ujung kapal armada Alexandria sambil memegang pedangnya, Elin terus
mencoba tegar, karena ini adalah perintah dari raja, memperluas kerajaan
Alexandria, ratu Amamia Emi pun di bawa oleh tentara kerajaan Lucis
karena dia harus selamat untuk menyelamatkan kerajaan, sebelum itu ia
bertemu ayahnya yang terbaring lemah di kamar.
"raja ku tentara alexandria telah menyerang kita" ujar Emi
"ya
aku tau itu, anak ku bisahkah kita berbicara seperti pada umumnya anak
dan ayah?" pinta King of Lucis VI" dengan suara yang pelan
"iya ayah, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, negara kita dalam ke adaan chaos" ujar Emi
"putri
ku, aku ingin kamu pergi ke Arcadia, aku dengar dari tentara yang
mendapat info dari pedagang bahwa di Arcadia ada seorang Dark Magia,
menurut ramalan akan datang seorang Dark Magia dialah yang akan
memerdekakan kita dia juga yang akan mencegah perperangan dia juga orang
yang sangat bijak dan sekarang sudah tidak ada waktu lagi, pergilah"
perintah King of Lucis VI
"tapi ayah aku tidak mungkin meninggalkan ayah dan rakyat ku" Emi bersikeras
"suatu saat rebutlah tanah kelahiran ini, minta bantuan kepada Dark Magia" King of Lucis VI dengan meneteskan air mata
tidak
lama tentara pun membawa putri Amami Emi, ke kapal kerajaan untuk
menuju kerajaan Arcadia dimana menurut kabar bahwa Dark Magia ada
disana. Sementara itu di ruangan para satria, seorang jendral bernama
Edward.
"dengarkan
aku para tentara negeri Lucis, dan para Mizu Magia, kita disini harus
mengulur waktu agar tuan putri dapat meninggalkan negeri ini, kalian
semua jangan berharap untuk memenangkan perperangan ini, karena di
samping kita kalah jumblah, kita juga tidak ada persiapan kita tidak
menyangka mereka menyerang seperti ini, setidaknya matilah secara
kesatria dan aku juga tidak akan meninggalkan kalian" ujar jendral
Edward
"demi negara lucis!!!!!dan King Of Lucis VI" ujar teriak para kesatria dan prajurit
tidak
lama mereka di kejutkan dengan King Of Lucis VI menggunakan baju
perang, dan wajahnya terlihat sangat pucat, sekali kali ia batuk, karena
beliau sedang sakit parah, tapi beliau terus memaksakan diri.
"yang mulia anda harusnya pergi meninggalkan istana bersama putri Emi" ujar Edward
"aku
ini Raja, dan aku harus bertindak sebagai raja dan aku akan bertempur
bersama kalian hingga nafas terakhir" ujar King Of Lucis VI
"tapi yang mulia" Edward dengan nada keberatan
"ini perintah, mari kita bertempur!!!!!!!" sorak King Of Lucis VI
King
Of Lucis VI pun ikut bertempur di garis belakang, ia duduk di
singasananya bersama beberapa satria pilihan dan para Paladin sebagai
prajurit pelindung keluarga kerajaan dengan armor yang tebal. dan
beberapa para Mizu Magia yang ada di sisinya. Elin pun mengarahkan
pedangnya yang lurus dan panjang ke arah kastil Kerajaan Lucis.
Meriam sihir air pun di tembakan ke arah armada perang Alexandria.
"pengawal bawakan aku srigala besi, aku akan bertempur di garis depan" perintah Elin
"siap jendral" ujar pengawal Elin
Elin
pun menaiki Srigala besi miliknya, bersama tentara yang lain
menggunakan srigala Besi mereka pun melompat dari kapal dan, mulai
menghantam barisan musuh, Pintu gerbang negara Lucis pun di hancurkan
dengan meriam sihir armada tempur Alexandria, Elin menyarungkan
pedangnya dan menggunakan Tombak yang tajam terbuat dari Elunium
pilihan. Melihat Jendral mereka bertarung di garis depan tentara
Alexandria menjadi meningkat moral mereka, dan semangat yang berapi api,
jendral Edward berada di garis depan mengambil tombaknya, dan langsung
menghadang tentara Alexandria.
"atas
kedaulatan kerajaan Lucis aku perintahkan kalian tentara Alexandria,
segera pergi dari negeri kami, kami tidak menyukai perperang, saya harap
anda mengerti" ujar Edward
"kau menyuruh ku mundur ?, jangan becanda, matilah kalian semua!!!!!!!!!!!!!!!!!!" balas Elin
Elin
membidik jantung Edward dengan mata tombaknya, Edward pun menghindar
sambil menangkis serangan Elin, Elin memutar tombaknya dan menghantam
tubuh Edward, hingga Edward terpelanting menabrak tembok, Edward pun
berdiri, dan mencabut pedangnya, karena tombaknya terlepas dari
tanganya, Elin pun turun dari Srigala besi miliknya.
"wahai jiwa yang terbenggu di negara, berikan kematian yang singkat untuk musuh ku, datanglah Masamune!!!!" Elin membaca mantra
di
tanganya pun muncul sebuah katana bernama Masamune, pedang panjang dan
sangat tajam, terlihat raut wajah Elin sangat sedih, ini tetap harus di
lakukan, Elin memotong pedang milik Edward, saat hendak menebas tubuh
Edward, elin melihat ke atas gerbang pasukan pemanah Lucis membidiknya,
Elin menghindar, dan memberikan sinyal kepada kapal terbang Alexandria
untuk memberikan dukungan udara untuknya, dan ledakan terjadi, Edward
pun mundur ke gerbang ke 2, bersama para kesatria ia memberitahukan
bahwa musuh sudah menguasai gerbang utama, dan pertahanan terakhir
adalah gerbang ke 2 ya itu pintu masuk kastil.
Sihir
sihir dari clan Mizu Magia menghalangi pasukan Alexandria, Elin tidak
habis pikir ia terus maju dengan katana miliknya, Elin membelah pintu
gerbang ke 2 kastil Lucis, disana Elin melihat King Of Lucis duduk di
singasananya dengan nafas yang tidak beraturan.
"jendral
Alexandria dengarkan aku, aku adalah raja Lucis VI, ambilah kepala ku
tapi bebaskan semua rakyat dan prajurit ku" ujar King of Lucis VI
"yang mulia" ujar semua orang disana
"maaf" ujar Elin
gerakan
yang sangat cepat hingga orang orang disana tidak sadar, Elin sudah di
belakang King Of Lucis VI, Elin pun memenggal kepala king of Lucis,
dengan kepala menunduk, Edward melihat kejadian tersebut tidak tinggal
diam, Elin mengibaskan pedanngya, tubuh Edward terbelah menjadi dua,
semua orang di bantai habis, teriakan teriakan ketakutan dan akibat
sayatan di tubuh mereka terdengar dengan jelas, Elin pun mengambil
kepala King Of Lucis VI lalu ia berdiri di balkon istana yang mengarah
ke kota Lucis di saksiskan seluruh orang disana, Elin menunjukan King of
Lucis VI sudah mati dengan memperlihatkan kepala King Of Lucis VI.
Elin
mendapat laporan bawa ada kapal yang pergi meninggalkan negeri Lucis,
Elin pun hanya diam saja dan memerintahkan tidak usah di kejar, berita
itupun sampai ke King Of Alexandros IV, Raja sangat senang sekali
mendengar hall tersebut, bahwa Alexandria berhasil menjatuhkan keraja
Lucis.
"aku sekarang tidak jauh dari seorang monster" ujar Elin dalam hatinya sambil ia menangis
tanpa
seorangpun tau, kali ini elin menolak untuk eksekusi, semua penduduk
dan prajurit yang tertangkap, tapi mereka harus berjanji untuk tunduk
dengan King of Alexandros IV . Elin tidak bisa menolak ini semua
setidaknya ia bisa mengurangi pembunuhan yang di lakukan, makanya Elin
dengan cepat membunuh raja lucis IV.
............................
