Posted by : webmaster Wednesday, November 12, 2014

Kerajaan Enora, yang memiliki kekuasaan yang sangat luas dataran hijau, hingga pegunungan es, raja yang terkenal akan kebijaksanaan dan ke adilanya membuat negeri Enora makmur, rakyat memuja dan menyayangi raja Stevan Alexandros II, pada era raja Jhon Alexandros I sekolah hanya dapat di nikmati oleh para kaum bangsawan, kini setelah wafatnya Jhon Alexandros I, rakyat biasa kini bisa bersekolah disana. Dalam pemerintahanya, mentri mentri di ambil dari kaum bangsawan dan rakyat biasa. Rakyat tidak perlu takut untuk menyuarakan aspirasinya tanpa ada ancaman dan intimidasi dari pihak kerajaan.
Sekolah sekolah baru bermunculan atas perintah kerajaan di seluruh tanah negeri Enora, raja sangat memperhatikan rakyatnya, hingga Enora menjadi Negara yang besar, penghasil pertanian nomer satu, kekuatan militer yang sangat besar, kebebasan terhadap rakyat dalam memilih keyakinan dan berbagai macam ke bijakan lainya. Istana pemimpin negeri Enora berdiri sangat megah,  di jaga dengan ketat, oleh tentara siang dan malam secara bergantian.
Seorang laki laki bernama Watanabe Haruto ia adalah seorang pangeran yang tertangkap, menurut laporan ia telah membunuh ribuan hingga puluh ribuan tentara dan rakyat biasa dengan cara di siksa secara perlahan, saat itu raja stevan Alexandros II membuka peradilan untuk mengadili Watanabe Haruto, dalam pengadilan tersebut Haruto menolak dengan keras bahwa kabar tentang ia membunuh puluhan hingga ribuan orang dengan cara menyiksa secara perlahan lahan itu tidak benar, Haruto pun menceritakan permasalahan dalam negeri Estonia terdapat konflik antara militer dan para bangsawan, dan ia di kambing hitamkan atas kejadian pembantaian yang di lakukan oleh kedua belah pihak.
Memang hall tersebut tidak terbukti yang jelas, saat raja menawarkan watanabe haruto untuk di kembalikan ke negaranya dengan keras ia menolak dan meminta lebih baik di penjara atau di asingkan ke sebuah pulau dengan penjelasan dari haruto yang masuk akal. Tapi jika haruto tetap berada di Enora maka Estonia akan mencari alasan untuk berperang, karena pangeran mereka di tahan disini. Saat haruto berjalan di kawal oleh tentara, rakyat mulai melemparinya dengan sayuran, para pencari hadiah pun mendapat informasi barang siapa yang dapat membawa kepala pangeran Watanabe haruto akan mendapatkan imbalan yang besar dari kerajaan Estonia. Pewaris kedua dari kerajaan Estonia pun di nobatkan sebagai raja, ya itu adik tiri dari haruto bernama Khiof.
Rakyat yang menentang raja baru maka hukumanya hanya satu, ya itu di hukum mati, rakyat Estonia tidak berani untuk menentang raja baru Khiof Estonia II. Raja muda yang tampan tapi bengis. Ia gemar mabuk mabukan dan bermain wanita, dalam pelarianya Haruto tiba di sebuah bukit suku dragon, mereka adalah suku yang terampil dalam penggunakan tombak, tubuh mereka seperti manusia tapi berkepala naga, saat di kaki buki, Haruto di kepung oleh suku dragon, haruto memegang erat katana miliknya, ia tidak tau apakah suku dragon juga menginkan kepalanya. Ia pun berhasil di lumpuhkan dan di ikat di bawa ke desa suku dragon.
Saat ia sadar, haruto sudah berada di tengah desa suku dragon, ia terkejut dengan apa yang ia lihat, ternyata ada manusia juga yang tinggal disini, mereka hidup berdampingan dengan suku dragon. Ia di jaga oleh dua prajurit dari suku dragon.
“anak muda siapa nama mu ?” ujar salah seorang laki laki yang muncul dari belakang barisan orang orang suku dragon, dan orang orang itu terlihat menghormatinya sambil membuka jalan untuk orang tersebut
“nama ku watanabe haruto” Haruto dengan nada yang lelah
“aku pernah mendengar tentang nama keluarga tersebut, kalo tidak salah, nama itu adalah nama dari raja Estonia, penguasa dataran hijau, dan pegunungan Est” laki laki tua tersebut duduk bersila
“ya betul, nama watanabe di berikan sebagai tanda penghormatan kepada suku samurai, dan ibuku seorang dari keluarga samurai yang kini aku tidak tau dimana suku ku” Haruto dengan nada pelan
“bisakah kau membuktikan bahwa kau benar benar seorang watanabe ?” laki laki tua tersebut kembali bertanya dengan sangat serius
“cincin ku adalah bukti sebagai pangeran dari kerajaan Estonia” haruto mencoba menunjukan bukti
Orang tersebut memerintahkan kedua prajurit di samping haruto untuk melepaskan ikatanya, tubuh haruto sangat lemah karena ia kelelahan berlari dan berjalan tanpa berhenti hingga tubuhnya mencapai batas di gunung suku dragon. Kemudian tubuh Haruto bercahaya, seorang prajurit wanita memberikan mantra penyembuh terhadap Haruto. Orang tua tersebut memperhatikan cincin dijari manis kanan Haruto, dan ia pun kembali duduk.
“kau ternyata memang seorang keturunan watanabe, karena cincin itu adalah aku yang membuatnya, raja est dulu memberikan gunung ini sebagai tanda terimakasih beliau saat membantu perperangan untuk menyatukan suku suku di daerah ini”
“…” haruto terdiam saja, matanya sangat berat
“nama ku adalah, Dragonra tetua desa dragon, nah bersistirahatlah” dragonra memerintahkan kedua prajurit tersebut membawa haruto ke tempat peristirahatan
ke esokan paginya Haruto terbangun dari tidurnya, dan melihat di atas meja terdapat daging rusa yang besar, Haruto pun menyantap daging panggang tersebut, hingga ia merasa kenyang. Ia mendengar suara suara teriakan yang bersemangat, ia merasa penasaran, dan melihat ke arah jendela, ternyata anak anak suku dragon sedang berlatih dalam menggunakan tombak.
Haruto keluar dari rumah tempat ia beristirahat, dan mendengar bahwa raja Khiof telah menjatuhkan raja Dwarf, dan Elf. Raja mereka telah di bunuh, dan rakyatnya di jadikan budak, sebagian bangsa dwarf dan elf yang selamat mereka melarikan diri. Haruto sangat geram atas tindakan adik tirinya Khiof.
“orang yang tidak menghormati bangsa yang pernah menolong raja terdahulu, melanggar perjanjian suci di hutan kematian, maka orang tersebut tidak pantas menjadi raja!!” tiba tiba haruto berbicara dengan lantang
“anak muda, apa yang akan kau lakukan ? kau tidak memiliki pasukan seorang pun, untuk menghukum raja Estonia sekarang” Dragonra berdiri di hadapan haruto
“aku berniat akan membuat pasukan ku, untuk menghukum raja Estonia” Haruto penuh percaya diri
“apa hanya itu saja ?” tanya dragonra
“tidak.. dan aku akan menyatukan seluruh negeri ini, tempat dimana orang orang tidak akan membedakan suku dan ras, rakyat dengan mudah berjalan tanpa di hantui akan bandit atau pasukan kerajaan musuh, mereka bebas mendapatkan pendidikan, dan kesetaraan status hidup serta kemakmuran” tangan kanan haruto terlihat mengepal dengan keras
“jadi apa yang kau inginkan dari suku Dragon ?” tanya dragonra
“bolehkah aku meminjam pasukan mu ?” tanya Haruto
“boleh saja tapi ada syaratnya” Dragonra mengajukan permintaan
“apa itu ?”
“aku akan membunuh mu jika kau menjadi raja yang lalim, dan penuhi semua harapan serta mimpi mu” dragonra dengan nada serius
“baiklah, atas nama raja est pertama aku berjanji akan memenuhi semua kata kata ku yang aku ucapkan, sebagai saksi seluruh orang bangsa dragon” Haruto dengan nada lantang
Penduduk desa dragon pun bersorak dengan penuh semangat, kini suku dragon memenuhi janji raja est pertama, dimana jika suatu saat nanti, anak cucu dari raja est akan meminta bantuan, untuk membuat kedamaian maka bantulah anak cucu dari keturunan raja est, itulah pesan beliau, yang tidak di beritahukan kepada anak cucunya dan dragonra masih mengingat janjinya, Haruto mulai mengumpulkan informasi dari pedagang keliling, dimana raja stevan alexandros II melakukan gencatan senjata terhadap kerajaan Estonia, tentu saja kekuatan militer Ernoa kalah jauh dengan kekuatan militer Estonia, karena Estonia mampu menahlukan benua Gracia, di dukung oleh tentara bangsa Orc. Bangsa dwarf di perbudak untuk membuat persenjataan dan baju perang tentara Estonia, kemudian bangsa elf kerja paksa untuk bertani.
Wanita wanita bangsa elf yang cantik di jadikan mesin pemuas nafsu untuk prajurit yang berperang, raja Estonia juga memberikan perintah ke setiap jendralnya untuk mengontrol populasi bangsa dwarf dan elf dengan cara membunuh mereka. Masa kejayaan bangsa Dwarf dan Elf berakhir sudah. Mereka hanya bisa menerima takdir mereka.
Raja Estonia Khiof melakukan invasi militer ke wilayah Valias, dimana Negara tersebut adalah Negara yang makmur akan hasil tambangnya, tentara Estonia pun mulai berangkat sebanyak 45.000 pasukan dari kerajaan Estonia dan 27000 tentara dari bangsa orc jika di gabungkan total tentara Estonia adalah 72000 pasukan bersnejata lengkap. Raja Valias king Valias III mendapat kabar bahwa tentara estonoa sebanyak 72.000 menuju perbatasan, raja valias III mengumpulkan seluruh rakyatnya, mengumumkan bahwa tentara Estonia akan menyerang Negeri Valias. Berita tentang hancurnya benua Gracia pun tiba di telinga raja Valias III ia sangat terkejut. Akan ketangguhan tentara Estonia.
Pangeran Ryu menghadap ayahnya Raja Valias III untuk pergi ke kerajaan Mingrat bertemu dengan ratu Yui, dengan membawa 20000 tentara serta rakyat negeri Valias, Ryu berdebat dengan ayahnya, lebih baik semua mundur ke negeri Mingrat meminta perlindungan Ratu Yui yang baru saja menggantikan ayahnya Raja Mingrat ke 4. Hanabie Yui Vandal IV. Menerima pesan dari merpati post, bahwa dalam waktu seminggu tentara Estonia akan menyerang kerajaan Valias.
Kenapa ayahnya Ryu menolak pergi bersama anak dan rakyatnya menuju Mingrat, jika tidak ada yang menahan tentara Estonia maka, pelarian mereka akan sia sia, dan tidak akan sampai ke kerajaan Mingrat. Tentara kerajaan Valias hanya ada 35000, jadi yang akan menahan tentara Estonia hanya berjumblah 15000 saja. Ryu pun mengerti akan hall tersebut, ia pun berpisah dengan ayahnya, desa hingga kota kota kecil di wilayah kekuasaan Valias pun mulai menuju ibukota kerajaan Valias ya itu Fazan. Mereka berbondong bondong meninggalkan kampong halaman menuju ibukota Valias, untuk bergabung dengan tentara yang akan mengawal mereka menuju Negara Mingrat.
Ratu Hanabie Yui vandal IV, memerintahkan prajuritnya untuk bersiaga dengan ketat dan mengirim patrol jarak jauh, menyiagakan para tentara di perbatasa, untuk menunggu pasukan dan rakyat Valias. Ratu juga mulai meminta rakyatnya untuk bersiaga, karena sekarang sedang keritis, persediaan makanan pun di tingkatkan, pemeriksaan kastil dan benteng pertahanan di lakukan secara menyeluruh. Para jendral mingrat pun mulai mengatur post jaga tambahan, serta memperkuat pasukan. Pasukan kerajaan mingrat berjumblah 80.000 jumblah yang besar,menurut informasi tentara kerajaan Estonia jika di jumblahkan semuanya mereka memiliki 600.000 tentara. Kerajaan Enora menjadi passive karena mereka tidak dapat berbuat apa apa, dan mendapat tekanan dari kerajaan Estonia.
Estonia sadar tembok yang tebal dan tinggi di kelilingi oleh meriam sihir serta prajurit yang memiliki pertahanan yang luar biasa, adalah mustahil menyerang Enora sama saja bunuh diri, begitu juga raja Enora Stevan Alexandros II tidak akan menyerang karena mereka tau hanya dapat bertahan. Di tambah sekarang ini kerajaan Enora di kelilingi oleh wilayah kekuasaan Estonia.
Pangeran Ryu pun berangkat dengan membawa tentara dan rakyatnya menuju Mingrat. Pasukan di Fazan mulai membuat formasi tempur, menutup semua gerbang benteng pertahanan yang terdapat 2 lapis benteng yang tebal. Saat matahari terbenam hari ke 7 cahaya api terlihat, berbaris dimana tentara Estonia sudah berada di depan mata. Pasukan Estonia mulai masuk ke dalam kota, pasukan pemanah kerajaan Valias bersiap di posisi masing masing, perang ini di pimpin langsung raja Valias.
“teman teman ku, dan tentara kerajaan Valias, aku sangat senang bisa bertempur bersama kalian, jika sekarang ini yang gentar dengan melihat pasukan musuh, maka sekarang masih sempat untuk lari, aku tidak akan memaksa kalian berada disini untuk mati bersama ku” raja Valias dengan suara yang yaring
Tapi tidak seorang pun yang begeming, mereka malah menaruh hormat kepada rajanya, dan tetap tersusun rapi dalam formasi bertahan. Para tentara berpedang bersiaga di balik pintu benteng bersiap untuk menerima serangan. Minyak mendidih sudah di siapkan di setiap tempat, Jendral kerajaan Estonia memerintahkan 5000 tentaranya untuk masuk ke kota dengan membuat kelompok kecil, raja valias memperhatikan gerakan musuh, mereka membuat pasukan kecil. Tentara bersenjata api pun bersiaga di dalam rumah rumah warga, saat musuh datang mereka pun menembak pasukan Estonia, kemudian berlari mencari tempat persembunyian. Dan kembali melancarkan serangan, Meriam sihir pun di tembakan ke arah tentara Estonia yang berada di kota. Melihat formasi perang tentara Valias yang sangat teratur, jendral Estonia memerintahkan pasukanya untuk mundur, dan ia menggunakan meriam sihir untuk menggempur kota Fazan. Meriam yang di tembakan dengan jarak yang jauh tersebut, tidak akan sampai hingga benteng pertahanan Valias, melainkan mereka hanya membuat porak poranda kota Fazan saja. Raja valias baru menyadari ternyata maksudnya tentara Estonia memporak porandakan kota Fazan agar para penembak tidak dapat bersembunyi lagi di rumah rumah warga, raja Valias pun memerintahkan pasukan senjata api mundur, kembali ke dalam benteng, pintu benteng pun di buka, pasukan bersenjata api masuk, kemudian mereka mulai naik ke tower yang tinggi. Raja Valias sekarang hanya bisa melihat kota Fazan di luluh lantahkan, kobaran api terjadi dimana mana. Membuat malam yang gelap ini menjadi terang seperti siang hari.
Gerbang utara dan barat benteng pertahanan Valias hanya di jaga sedikit penjaga, dan ternyata terdapat 10.000 tentara Estonia di gerbang utara serta selatan, mereka mencoba menghancurkan pintu benteng, Jendral yang bertugas disana pun memerintahkan menumpahkan minyak panas, dan membakar para prajurit Estonia. Ledakan pun terdengar sangat keras. Bola bola api bersisi minyak pun di lemparkan oleh tentara Valias kepada tentara yang mencoba mendekati pintu benteng pertahanan valias. Dari dalam hutan, 2 buah meriam di tembakan oleh tentara Estonia dan menghancurkan pintu benteng Utara, seorang prajurit memberitahukan kepada raja valias bahwa benteng utara telah jatuh ke tangan musuh.
Tentara Valias menutup jalan masuk, dengan memotong tali tali untuk membuka gerbang, dari gerbang barat, tentara Estonia mulai menyerang dengan membawa tangga, mereka berniat memanjat benteng Valias. Pasukan penembak dan pemanah pun menyerang tentara Estonia. Suara dentuman senjata api serta meriam pun terdengar sangat jelas, pasukan Estonia berhasil menghancurkan gerbang selatan.
“Prajurit!!!!!! Cabut pedang kalian, dan bersiap menerima serangan, demi negeri Valias!!!” teriak Raja
“demi Valias!!!!!!!!!” sahut seluruh prajurit
Tentara senjata api valias mulai memasang bayonet di ujung senapan mereka, dan pemanah melepas busur mereka mencabut pedang mereka dan siap untuk gempuran musuh, tong yang berisi bom yang berada di setiap jalan menuju ke pertahanan terakhir pun di ledakan, pasukan pemanah Estonia pun berbaris menjadi dua barisan di luar benteng pertahanan Valias, dan melepaskan anak panah mereka, membuat hujan anak panah. Tentara Valias satu persatu berjatuhan, meriam pun masih di tembakan. Tentara Estonia yang memanjat dengan tangga pun terkena minyak panas yang di tuangkan oleh tentara Valias, mereka pun berteriak kesakitan dan jatuh, dengan luka bakar berat, kemudian pasukan yang lain pun berusaha memanjat. Di sebalah kiri sejauh 500 meter, tentara Estonia berhasil memanjat raja Valias pun menyerang pasukan berjumblah 30 orang tersebut, dimana salah satunya mencoba mengibarkan bendera Estonia untuk memberikan sinyal bahwa mereka berhasil menguasai benteng pertahan terakhir Valias, Raja valias pun menebas tentara Estonia tersebut dengna ayunan pedangnya ia pun memotong tangan tentara Estonia yang mengibarkan bendera, dan melemparkan bendera Estonia ke luar benteng. Suara suara teriakan “demi tanah kelahiran Valias” masih terdengar dimana menandakan bahwa tentara Valias masih hidup. Untuk memberikan semangat kepada teman teman yang lain.
Raja Valias dan tentaranya berhasil di sudutkan oleh tentara Estonia, pasukan senjata Api Estonia pun berbaris di hadapan, raja Valias, mereka pun bersorak dan raja Valias serta tentaranya pun tersenyum. Tentara senjata Api Estonia pun menarik pelatuk senapan mereka, timah panas pun menembus tubuh raja Valias dan tentaranya. Darah segar pun mengalir di tanah. Tentara Estonia mulai mengibarkan bendera di atas benteng pertahanan Valias.
Kepala raja Valias pun di penggal dan di bawa sebagai hadiah untuk raja Estonia Khiof. Khiof sangat senang atas kemenanganya menahlukan kerajaan Valias. 20.000 tentara Valias dan rakyatnya yang mengungsi ke Mingrat di pimpin oleh pangeran Ryu. Tiba di perbatasan Negara Mingrat, mereka di sambut oleh salah seorang jendral besar kerajaan Mingrat. Di gunung Dragon, seorang pedang keliling menyampaikan kabar bahwa Estonia berhasil menundukan kerajaan Valias. Kekuatan militer Estonia kini semakin kuat.
Mereka memiliki senjata serta baju perang yang sangat bagus serta luar biasa, yang di tempa oleh para Dwarf yang di perbudak oleh kerajaan Estonia.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

- Copyright © My Driver Life -Robotic Notes- Powered by Blogger - Redesigned by My Driver Life -